Malam ini mau post sebuah postingan geje. Ini tentang boneka kesayangan saya yang sudah pernah saya bahas sebelumnya, yap Mr. Hidung.
Ada apakah dengan Mr. Hidung?
No problemo, cuma hal yang nggak penting. Malam ini saya berniat meluruskan punggung setelah iseng membaca slide materi kuliah yang membosankan (baca: lagi kurang kerjaan). Begitu beranjak dari depan laptop pink saya, saya melihat tempat tidur. Niat ingin rebahan pun hilang. Tanya kenapa. Ini karena si hidung, dia seenak jidatnya mengambil bagian temapt tidur saya dengan pose yang menggelikan.
Saya tidak merasa meninggalkannya dalam posisi itu sebelumnya, jadi saya bertanya-tanya "ngapain nih boneka pake berpose gitu?nggak banget dah.."
Tapi saya hanya tersenyum melihat posenya dan memilh untuk langsung berbaring di sebelahnya dan memeluk hiduuuuung..
Mau tahu posenya, ini dia saudara-saudara.. -->
Jumat, 13 Mei 2011
Minggu, 08 Mei 2011
Cerita di Malam Berbintang
Satu dua bintang menghiasi langit Jakarta malam ini. Tak seperti malam-malam sebelumnya dimana langit hanya berwarna hitam. Saya putuskan untuk sekadar menikmati bintang yang jarang tampak itu. Saya berjalan menyusuri jalan di depan rumah kedua saya. Tak ada tujuan, tak ada yang hendak ditemui, hanya mengikuti kemana kaki ini membawa tubuh saya. Tanpa sadar saya sampai di persimpangan jalan yang tak asing bagi saya. Tidak seperti biasanya dimana saya mengambil jalan ke kanan, tiba di sebuah rumah, dan bertemu seseorang.
Saya putuskan untuk mengambil jalan di hadapan saya. Baru beberapa langkah saya berjalan, saya melihat seekor kucing berwarna putih. Saya dekati tapi dia mundur, saya coba panggil "puss", tapi justru kucing lain yang menjawab. Saya ambil kucing itu, saya gendong, saya belai-belai. Saya memang pecinta kucing, jadi tanpa pikir dua kali saya akan langsung menggendong kucing yang saya lihat walaupun orang-orang bilang kucing itu sumber penyakit. I don't care.
Saya putuskan untuk mengambil jalan di hadapan saya. Baru beberapa langkah saya berjalan, saya melihat seekor kucing berwarna putih. Saya dekati tapi dia mundur, saya coba panggil "puss", tapi justru kucing lain yang menjawab. Saya ambil kucing itu, saya gendong, saya belai-belai. Saya memang pecinta kucing, jadi tanpa pikir dua kali saya akan langsung menggendong kucing yang saya lihat walaupun orang-orang bilang kucing itu sumber penyakit. I don't care.
Senin, 11 April 2011
Kelapangan
"Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu? Dan kami Telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."
Q.S Al Insyiraah:1-8
Jumat, 18 Maret 2011
Kue yang Lezat
Saat membaca judul di atas, mungkin kalian berpikir bahwa saya ingin membicarakan tentang salah satu resep kue yang enak atau tips bagaimana membuat kue yang enak. Tidak, itu salah. Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang bagaimana kue yang lezat itu bisa tercipta.
Mungkin semua orang berpikir, kue yang enak itu didapatkan dari bahan-bahan yang paling berkualitas. Itu memang tidak salah, tapi kue yang enak juga dapat dibuat dari bahan-bahan yang bukan merupakan kualitas terbaik atau bisa dibilang bahan yang biasa-biasa saja bahkan terburuk.
Kita kadang tidak bisa membedakan mana bahan dengan kualitas nomor satu dengan bahan yang buruk tanpa memiliki pengalaman untuk menilainya. Kadang kita hanya melihat kemasan luarnya untuk menentukan bahan itu baik atau tidak. Setelah memilih kemasan yang indah, kita pasti akan langsung berpikir bahwa bahan itu adalah yang terbaik. Kemasan membawa isi, itu yang kadang kita katakan. Tapi setelah membukanya kita mungkin akan kecewa, ternyata di dalamnya berisi bahan yang sangat buruk.
Kita mungkin akan langsung kecewa dan berpikir untuk membuang bahan itu dan membeli yang baru. Kita mungkin berpikir mana mungkin kue yang indah dilihat dan lezat rasanya bisa dibuat dari bahan yang tidak bermutu seperti itu. Tapi itu salah! Bahan-bahan itu masih dijadikan bahan dasar untuk membuat kue yang indah dilihat dan lezat rasanya. Rasanya memang tidak akan seenak kue yang dibuat dari bahan-bahan yang benar-benar berkualitas, tapi kue yang dibuat dari bahan tidak bermutu pun tidak akan kalah saing dengan kue dari bahan paling berkualitas.
Lalu, bagaimana caranya?
Mungkin semua orang berpikir, kue yang enak itu didapatkan dari bahan-bahan yang paling berkualitas. Itu memang tidak salah, tapi kue yang enak juga dapat dibuat dari bahan-bahan yang bukan merupakan kualitas terbaik atau bisa dibilang bahan yang biasa-biasa saja bahkan terburuk.
Kita kadang tidak bisa membedakan mana bahan dengan kualitas nomor satu dengan bahan yang buruk tanpa memiliki pengalaman untuk menilainya. Kadang kita hanya melihat kemasan luarnya untuk menentukan bahan itu baik atau tidak. Setelah memilih kemasan yang indah, kita pasti akan langsung berpikir bahwa bahan itu adalah yang terbaik. Kemasan membawa isi, itu yang kadang kita katakan. Tapi setelah membukanya kita mungkin akan kecewa, ternyata di dalamnya berisi bahan yang sangat buruk.
Kita mungkin akan langsung kecewa dan berpikir untuk membuang bahan itu dan membeli yang baru. Kita mungkin berpikir mana mungkin kue yang indah dilihat dan lezat rasanya bisa dibuat dari bahan yang tidak bermutu seperti itu. Tapi itu salah! Bahan-bahan itu masih dijadikan bahan dasar untuk membuat kue yang indah dilihat dan lezat rasanya. Rasanya memang tidak akan seenak kue yang dibuat dari bahan-bahan yang benar-benar berkualitas, tapi kue yang dibuat dari bahan tidak bermutu pun tidak akan kalah saing dengan kue dari bahan paling berkualitas.
Lalu, bagaimana caranya?
Rabu, 23 Februari 2011
Klik..klik..klik..
Kali ini pengen sedikit bagi-bgi foto ah..
(efek kangen sama ade2 di rumah..T.T)
Oke, emak ama bapak gw ga ada, abis ga nemu potonya di lappy..
maap y ma, pa? :D
(efek kangen sama ade2 di rumah..T.T)
Oke, emak ama bapak gw ga ada, abis ga nemu potonya di lappy..
maap y ma, pa? :D
Jumat, 18 Februari 2011
Cermin
Gw adalah cewe pada umumnya yang doyan banget ngliatin muka dan badan gw di cermin, yang akhir-akhir ini semakin menggila, karena setiap kaca yang kira-kira bisa disamain sama cermin pasti jadi sasaran gw buat ngaca. Dulu, gw benci banget sama yang namanya cermin, menurut gw cermin itu bohong. Gw ga suka ngliat muka dan badan gw sendiri di cermin. Karena gw ngrasa apa yang ada di dalam cermin itu bukan gw.
Dulu gw sering banget bilang gini saat gw bercermin,
"Eh, hidung gw kok jadi pesek ya? Kulit gw kok jadi item ya? Muka gw kok kayak abis ditonjokin (baca:bengkak dimana-mana) ya?Badan gw kok kayak buntelan beras ya? Wow, mata gw kok jadi ada tiga ya kayak dewa Erlang di Sun Go Kong?"
Oke yang terakhir gw bohong..
Tapi beneran, gw sampai bela-belain cari cermin lain buat ngebuktiin cermin yang ada di kamar gw adalah cermin bohongan atau cermin sebaliknya kayak di kartun doraemon. Satu RT bahkan satu kelurahan gw datengin satu-persatu buat minjem cermin dirumah mereka. Tapi kemanapun dan dimanapun gw bercermin hasilnya tetep aja sama (gw kok dulu niat banget ya sampai cari cermin kemana-mana?! Tapi gak sampai satu kelurahan juga sih kayaknya ?.?)
Dulu gw sering banget bilang gini saat gw bercermin,
"Eh, hidung gw kok jadi pesek ya? Kulit gw kok jadi item ya? Muka gw kok kayak abis ditonjokin (baca:bengkak dimana-mana) ya?Badan gw kok kayak buntelan beras ya? Wow, mata gw kok jadi ada tiga ya kayak dewa Erlang di Sun Go Kong?"
Oke yang terakhir gw bohong..
Tapi beneran, gw sampai bela-belain cari cermin lain buat ngebuktiin cermin yang ada di kamar gw adalah cermin bohongan atau cermin sebaliknya kayak di kartun doraemon. Satu RT bahkan satu kelurahan gw datengin satu-persatu buat minjem cermin dirumah mereka. Tapi kemanapun dan dimanapun gw bercermin hasilnya tetep aja sama (gw kok dulu niat banget ya sampai cari cermin kemana-mana?! Tapi gak sampai satu kelurahan juga sih kayaknya ?.?)
Rabu, 16 Februari 2011
Suatu masa dalam perjalanan
Next topic..
Kali ini gw lagi pengen ngomongin tentang kampus gw tercinta (oh ya??) dan masa-masa kuliah gw yang bisa dibilang nano-nano rasanya..
Gw udah kuliah disini dua tahun lebih empat bulanan lah kira-kira, dan gak kerasa semua ini bakal selesai sebentar lagi (UAS semester lima aja baru satu hari dijalani, belum lagi KTTA yang menunggu. -.-‘), dan akhirnya gw bakal wisuda… Yeeee…
Tapi saat gw dah gak disini lagi, mungkin gw bakal kangen sama kampus ini..
Ya, kampus perjuangan, itu yang sering temen-temen gw bilang tentang kampus ini. Mungkin elo bertanya, kenapa kampus perjuangan bukan kampus cinta, kampus ilmu pengetahuan, atau yang lainnya. Jujur, gw juga gak tahu kenapa kampus ini dibilang kampus perjuangan (ngapain aja ya selama ini? -.-), tapi mungkin itu karena untuk kuliah disini butuh perjuangan (selain faktor keberuntungan menurut gw), dan butuh perjuangan juga untuk tetap ada disini sampai kita bisa di wisuda.
Oke, seperti yang elo semua tahu, di kampus gw ini menganut yang namanya sistem DO (agak serem sih gw nyebutnya), dimana mahasiswa/i yang gak bisa memenuhi persyaratan yang ada gak bisa melanjutkan ke level selanjutnya dan itu menurut gw nakutin banget. Tapi beneran deh, hal itu berpengaruh banget, ya mungkin sama sebagian besar mahasiswa/i disini termasuk gw. Suasana akan menjadi sangat mencekam kalau hari-hari ujian udah datang kayak sekarang ini,nglebihin film horror deh (sorry kalau lebay.. ^^v). Dan mendadak gw akan terserang penyakit-penyakit ujian disini seperti maag, diare, dan kadang temen gw bahkan sampai tipes atau DB (yang gw juga gak tahu kenapa penyakit-penyakit itu yang muncul saat ujian).
Enough, enough, enough talking about exam and D*, nyeremin abis..
Pokoknya buat gw butuh perjuangan buat tetep ada disini, apalagi buat yang pengen excellent di akhirnya..
Sekarang gw bakal cerita sedikit tentang lingkungan kampus gw yang belakangan ini mulai melakukan renovasi dan pembangunan yang super kilat (entah bagaimana kualitas hasilnya..). Kampus gw bisa dibilang agak jauh sama kawasan ibukota, atau emang jauh banget ya??Entahlah. Tapi buat gw itu justru sebuah keuntungan.
Why?
Langganan:
Postingan (Atom)







